Hitam

Hitam hatinya
Namun kau mendekatinya
Buta matamu
Melihatnya
Betapa buruk rupanya
Cinta yang membuatmu buta

Putih
Lelaki yang dulu
Menemani hari harimu
Namun kau memilihnya
Dan memuaskan nafsumu

Kuberi selamat untuk dirimu
Yang tidak mau mendengar petuahku
Petuah yang didasarkan
Fakta dan bukti dan ingatan

Memang begitulah cinta…

Layar Gadget

Kerlap kerlip lampu perkotaan
Menjadi saksi bisu
Sibuknya orang-orang disini
Menunduk dan menatap layar gadget mereka
Menjadi antisosial
Dan pertemuan-pertemuan semu yang semua anggotanya menunduk dan menatap layar gadget mereka masing-masing
Gadget pintar. Manusia bodoh.
Sampai kapan mereka mau diperbudak oleh alat yang mereka ciptakan sendiri
Dan terus-terusan melewatkan momen berharga?
Angkatlah kepalamu
Berbicaralah dengan orang-orang yang kau kenal
Karena kebahagiaan di dunia maya
Bukanlah kebahagiaan sejati

Sandiwara Cinta

Setelah sekian lama aku menantimu…

Aku mendapati bahwa dirimu tidaklah seperti yang kamu inginkan…

Aku benci kenyataan bahwa kamu sudah tidak seperti dulu lagi, kamu yang menyayangi aku

Mengapa?

Mengapa kau sumpahi dan harapkan aku untuk meninggal

Dan pergi dari kehidupanmu?

Hentikan semua sandiwara busuk ini. Aku membencinya.

Hentikan sandiwara cinta kita di hadapan orang lain, padahal mahligai cinta kita tidak dapat dipertahankan lagi.

Kematianku kah yang kau harapkan?

Karena, engkau telah mengambil semua dariku?

Bahkan orangtuaku tahu

Kalau kau hanya mencintai fisikku

Bahkan TUHAN pun tahu

Kau tak tulus mencintaiku…